Return to site

Cara Mendapatkan Jenglot Atau Batara karang

Cara Mendapatkan Jenglot Atau Batara karang

Cara Mendapatkan Jenglot Atau Batara karang

HIMBAUAN & PERINGATAN
Bagi Kaum Muslim, anggaplah ini sebagai nambah wawasan saja, Karena ANDA akan lebih dekat berurusan dengan SETAN, JIN dan Sebangsannya, jika salah langkah ANDA akan menjadi Musyrik, Syirik dan lainnya.
TIDAK ADA KATA PEMBENARAN!!!!, Pembenaran adalah salah satu tipuan syaitan & Iblis!!!!
ALLAH tak Pernah Ingkar Janji!!! dan Pasti memberikan apa yang kita inginkan yang telah tertulis pada Kitab suci Al-Qur'an, untuk kebahagian didunia dan akhirat kelak.

Batara Karang
Pengertian Bhatara
Bhatara berasal dari kata “bhatr” yang berarti pelindung. Bhatara berarti “pelindung umat manusia”. Dalam kultur Hindu di Indonesia, istilah Bhatara mengacu kepada makhluk supernatural yang mempunyai kesaktian untuk melindungi manusia, dan disamakan untuk hal ini, tapi tak sepenuhnya demikian.

Perbedaan Bhatara dengan Dewa
Dalam filsafat Hindu Advaita Vedanta, Dewa adalah sinar suci atau manifestasi dari Brahman. Dalam hal tersebut, para Dewa berbeda dengan Bhatara, sebab Dewa adalah sinar suci Brahman meski Bhatara adalah utusan Pemakaian Maha Kuasa dalam misi melindungi umat manusia dari kelaliman dan menegakkan kembali ajaran agama, bentuknya berupa manusia atau hewan, umpamanya:Awatara, Sri Kresna, dan Sri Rama.
Wujudnya istilah Bhatara
Dalam kultur Hindu-Jawa lazimnya, dan pada kultur pewayangan terutama, istilah Bhatara diaplikasikan untuk mengacu kepada Dewa. Dalam kultur Agama Hindu Dharma di Bali, istilah Bhatara disuarakan “Bêtar?”, dan disamakan atau bahkan diidentikkan dengan Dewa, sebab sama-sama berfungsi sebagai pelindung, umpamanya: Bhatara Wisnu, Bhatara Brahma, Batara Kala, dan sebagainya

Apa itu Bhatara Karang?
Bhatara Karang sama dengan Jenglot dalam bentuk jasmaniah dan artinya cuma berbeda dalam fungsi dan kegunaannya. Dalam banyak Walaupun hampir semua Paranormal mengartikan bahwa Bhatara Karang atau Jenglot adalah Dewanya ilmu Ghoib.

Dimana Jenglot dan Batara Karang adalah makhluk kecil berwarna cokelat menjijikkan, rambutnya tak berbulu, tak pernah bergerak sebab badannya kering kerontang mirip daun kering. Jenglot biasa ditemukan di tanah, atap, selokan, bahkan di dalam batang pohon.

Cerita singkat perihal Jenglot :

ADA MAHLUK aneh di Medan. Apa itu? Orang-orang jadi berharap tahu, berkumpul ramai-ramai di Medan Mall. Menyaksikan mummi terkecil di dunia, diberikan nama Jenglot. Tetapi seperti manusia, rambutnya tergerai panjang lepas melebihi badannya setinggi 10 cm. Jenglot terkapar hening di akuarium kaca. Siapa saja bisa menyaksikan jarak dekat dan memandang sedetil mungkin dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Makhluk aneh bernama Jenglot itu pernah heboh di Jakarta beberapa tahun lalu, sebab kuku dan rambutnya bisa tumbuh panjang. Sinar Jenglot telah meninggal. Rupanya jika didekatkan darah ke tubuh mummi kecil itu, darah bisa mengering, kata H.Muhammad Nur Syafe\\\'i pemilik Jenglot. Pernahdirontgen di Unversitas Indonesia Jakarta, akhirnya Jenglot mempunyai kerangka utuh seperti manusia normal. Sesudah mini.

Hati-hati, kata Syafe\\\'i, makhluk Jenglot matanya bisa terbuka tiba-tiba dan untuk itu wajib diperiksa satu jam sekali. Awas,jika kita menatap sinar ultra violet yang dipancarkan oleh mata Jenglot bisa buta.Kegunaan Jenglot secara pribadi bagi saya bisa memberikan kontribusi sehingga saya mempunyai kekuatan metafisis yang lebih. Rupanya bukan Jenglot saja, bahkan hewan-hewan lainya juga,tutur Syafe\\\'i.

Karena dari kuburan
Apa yang terjadi jika seseorang sering kali menyaksikan sinar gaib yang timbul dari sebuah kuburan tua? Walhasil sinar gaib tersebut telah menasihati H.M.Nur Syafe\\\'i, seorang paranormal dan psikolog dari Jakarta yang kebetulan sedang mengadakan perjalanan ritual ke sebuah desa di Cirebon, Jawa Barat menjadi sungguh-sungguh berminat.
H.Syafe\\\'i,45, meneruskan ceritanya, pada tahun 1996 peristiwa inovasi Janglot bermula pada waktu salah seorang penduduk desa setempat menceritakan sering kali memandang sinar di sebuah kuburan tua. Merasa berminat Syafe\\\'i datang ke daerah itu, eh! Memang benar ada sinar timbul dari kuburan. Matahari diperiksa ada lubang di dalamnya terdapat pecahan keramik dan patahan kayu serta gumpalan rambut. Dalam gumpalan rambut itulah ia menemukan mummi Jenglot berusia di atas tigaratus tahun.

Tanda Syafe\\\'i Jenglot itu dipercayai berasal dari manusia yang wafat ratusan tahun lalu. Karena menganut ilmu Bhatara Karang (ilmu kekebalan tubuh) tatkala mati ilmu itu tak musnah. Sesudah jasad tak hancur sebagaimana lazimnya manusia, bahkan mengecil dan konsisten utuh. Uniknya lagi rambut dan kukunya konsisten tumbuh hingga kini. Rupanya itulah yang ketika ini ditonton orang Medan beramai-ramai di Sekarang Medan Mall sejak Jumat (14/5).

Syafe\\\'i sendiri mengaku, kemampuan supranatural yang dimilikinya, telah ia rasakan sejak umur 9 tahun. Sekaligus-pedoman menjadi para normal semakin kentara sejak menginjak umur 11 tahun.Selain saya memandang yang aneh-aneh yang tak pernah diperhatikan orang normal. sebab indera keenam saya terlalu aktif,ujar Syafe\\\'i.
Beberapa mengalami cara kerja yang panjang, ia bisa menafsirkan kandungan yang tersembunyi di balik makna lapis sinar dan bisa memberi solusi pengobatan kepada pasien. Perawakannya cerita Drs. H.Nur Syafe\\\'i ketika diwawancarai selesai sholat Ashar di ruang sholat Medan Mall.

Informasinya orang berduyun-duyun menyaksikan makhluk Jenglot yang penuh misteri itu. Tetapi menonton hewan unik yang dipamerkan di sana. Ada kura-kura berkepala babi, kura-kura berkepala buaya, kura-kura berkepala ular, landak mini, ular berkaki empat, ular king putih California yang sungguh-sungguh ganas, ular albino piton, iguana dan lainnya.

Menurut itu dibuka peluang untuk konsultasi dengan para normal yang sekaligus menjalankan pengobatan berjenis-jenis tipe penyakit secara seketika. Sambil memandang Jenglot, Dra. Dewi Wibowo kapabel mengobati tipe-tipe keluhan dan penyakit. Pameran Jenglot berlangsung selama satu bulan.(Astuty).

Cerita lain Jenglot.

Dikala tahun lalu, sekitar akhir tahun 1997, tiba-tiba saja ada \\\"makhluk\\\'\\\' misterius yang jadi diskusi. Beberapa kecil dengan tubuh tak lebih dari 12 cm dan rambutnya yang panjang, jarang dan kaku melalui kaki. Makhluk itu dinamakan jenglot. Tetapi, jenglot itu bukan benda mati. Konon ia hidup, tapi tak ada yang pernah tahu kapan bergerak.

Walaupun pemilik, Hendra Hartanto, pengusaha kafe dari Surabaya senantiasa cuma mendapati posisi kaki, tangan, dan kelopak mata yang telah berubah. Konon, makhluk misterius itu senantiasa menghabiskan darah manusia yang dicampur minyak japaron. Tetapi, sekali lagi, tak ada yang tahu kapan ia menenggaknya. Tanda Hendra, dalam menyantap sajiannya itu, jenglot tak memakai cara seperti yang dilaksanakan manusia pada lazimnya. Pemakaian terang, dalam setiap 18 jam, sebanyak 3 cc darah dan minyak wangi yang disajikan akan berkurang sekitar 50 persen hingga 60 persen.

Jenglot, sebab itu bisa jadi sungguh-sungguh misterius. Sama misteriusnya ketika Hendra menemukan makhluk aneh tersebut. Syahdan, perkenalan Hendra dengan \\\"makhluk\\\" aneh itu terjadi pada 1972. Maka itu, ia bersemadi di pantai Ngliyep, Malang, Jawa Timur. Dalam situasi setengah sadar, ia merasa ada sosok yang menghadiahinya dengan Bethoro Kapiwiro dan Bethoro Katon. Dikala bulan kemudian, dengan cara serupa, dan di daerah itu pula, Hendra menerima Jenglot dan Bethoro Kapiworo. Tetapi kata Hendra, mereka mempunyai asal-usulan berbeda. Jenglot dan Bethoro Kapiworo adalah jelmaan pertapa sakti yang kualat. Memperhatikan Bethoro Katon dan Bethoro Kapawiro adalah kera sakti yang dikutuk. Tetapi mereka semua, berdasarkan Hendra, hidup dan punya mistik.

Hendra bahkan berani menyebut \\\"temuannya\\\'\\\' itu sebagai manusia. Tanda cerita yang ia susun, jenglot pada masa ribuan tahun lalu adalah manusia (seorang pertapa) yang tengah mempelajari ilmu Bethara Karang. Ilmu Bethara Karang diyakini sebagai ilmu keabadian. Artinya, setiap orang yang mempunyai ilmu tersebut akan hidup kekal di dunia. \\\"Tetapi, dampak kutukan, jasad jenglot tak diterima di dunia meski rohnya tak diterima di akherat. Ahli roh tersebut seperti terpenjara dalam jasad kecil ini,\\\" kata Hendra. Beberapa itu, sang pertapa menjadi emosi dan merasa sebagai juara. Hanya pelak, tubuhnya bahkan menyusut, hingga akhirnya mengecil. Empat taring kemudian tumbuh memanjang, tak sebanding dengan lebar mulutnya. Katanya, itu sebagai lambang keganasan dan sifat liar sang \\\"monster\\\'\\\'.

Tiap-tiap dari dimensi realita, jenglot kini memang cuma tinggal mumi. Tetapi, ia masih mempunyai kekuatan, di mana rambut dan kuku jari terus memanjang. Menurut, posisi kaki dan tangan pada ketika-ketika tertentu akan berubah. Tanda menyimak dari sisi nonrealita, maka jenglot mempunyai kekuatan yang bisa dinikmati melalui kekuatan supranatural. \\\"Jadi, masih tersisa kekuatan dalam jasadnya yang beku,\\\'\\\' ujar Hendra.

Maka Forensik FKUI-RSCM: Jenglot Bukan Manusia

Jenglot pernah diperiksa dr Budi Sampurna DSF di Ahli Forensik RSCM. Benda sepanjang 10,65 cm, menyerupai boneka seram itu mempunyai komponen serupa kepala, badan, tangan dan kaki serta rambut terurai sepanjang 30 cm. Ukuran masing-masing terlihat proporsional. Menurut saja, ukuran kuku-kuku jarinya serta taring sungguh-sungguh panjang. Taring mencuat hampir sepanjang ukuran kepala, kuku juga panjang dan meruncing hingga bukan tak mungkin membikin bulu kuduk penonton berdiri.

\\\"Sesudah 35 hari pada Jumat Legi, kita beri satu tetes darah dicampur minyak javaron seperti jika banyak orang memberikan sesaji berupa kembang atau kemenyan," kata Hendra . Hanya ada yang tahu apakah darah tersebut benar-benar diminum atau tak oleh mahkluk seberat 37,2 gram itu. Tanda Hendra, dalam tubuh Jenglot masih terdapat kehidupan.

Sekaligus kehidupan itu, menurutnya, bisa diperhatikan dari bola matanya yang bisa bermigrasi setiap ketika serta rambut dan kukunya yang memanjang. Benarkah Jenglot dan kawan-kawannya itu masih hidup atau setidaknya pernah hidup? Hendra dengan berani mengajukan \\\"tantangan\\\" supaya para ahli kedokteran menelitinya secara objektif.
Tampaknya gayung bersambut. Pihak forensik RSCM berminat untuk meneliti \\\"kemanusiaan\\\" Jenglot. Tentu saja bukan berdasarkan ilmu klenik, tapi secara medis berdasarkan ilmu pengetahuan. Ahli pada hari Kamis, 25 September 1997 siang, makhluk Jenglot dibawa ke RSCM untuk diperiksa secara medis. Ruang Forensik dan ruang Rontgent RSCM mendadak penuh sesak pengunjung.

Mereka terdiri dari paramedis, mahasiswa kedokteran, wartawan dan sejumlah pengunjung RS yang berminat memandang kedatangan jenglot yang ditaruh dalam kotak kayu berukir itu.

Maka Forensik FKUI-RSCM, Budi Sampurna DSF mengatakan, pemeriksaan Jenglot dengan latar belakang seperti yang telah diketahui masyarakat luas adalah tantangan menarik bagi dunia kedokteran untuk membuktikannya dari segi keilmuan. Tanda dr Budi, guna membuktikan kemanusiaan jenglot, maka akan dilaksanakan deteksi dengan alat rontgent untuk mengenal struktur tulangnya serta pemeriksaan bahan dasar kehidupan seperti C,H,O atau proteinnya.
Untuk kebutuhan tersebut, ahli forensik mengambil sampel dari bahan yang diduga sebagai kulit atau daging Jenglot serta sehelai rambutnya. Pengambilan sampel dilakuan sendiri oleh Hendra yang ketika datang ke RSCM membawa serta tiga batang hio. \\\"Untuk jaga-jaga, jangan-jangan ada yang kena sawab-nya (dampak),\\\" katanya perihal hio.

Dokter Djaya Saya Atmaja kemudian memotret dan mengevaluasi berjenis-jenis komponen \\\"tubuh\\\" Jenglot. Beberapa itu dokter ahli Radiologi, dr Muh Ilyas memeriksa jenglot memakai sinar X. Dalam pemerikasaan lebih lanjut Hendra menolak barang koleksinya dibedah. Alasannya, jasad Jenglot akan rusak. \\\"Tetapi tak baik bagi kita semua,\\\" katanya.

Figur pemeriksaan rupanya akhirnya mengungkapkan jenglot tak mempunyai struktur tulang. Hasil rontgent yang disaksikan puluhan wartawan, paramedis, mahasiswa praktek, rupanya cuma menunjukkan bentuk struktur menyerupai penyangga dari kepala hingga badan. Menurut itu terlihat juga jaringan kuku dan empat gigi selebihnya tak ada. \\\"Ada komponen jaringan serupa daging, tapi kita belum bisa menetapkan apakah itu daging atau bahan lainnya,\\\" kata dr Muh Ilyas.

Guna mendapat hasil lebih detail, maka Jenglot diteliti dengan CT Scan. Walhasil Jenglot tak mempunyai struktur seperti manusia kendati kenampakan luar menyerupai manusia. Penemuan pihak Forensik FKUI-RSCM masih meneliti sampel kulit/daging serta rambut Jenglot untuk mengenal kategori darah, DNA-nya. \\\"Memakan waktu sekitar tiga minggu,\\\" katanya. Walhasil hasil tersebut, Hendra mengatakan, \\\"Apa bahkan akhirnya kita wajib terima dong,\\\" katanya.

Majalah Gatra, Nomor 52/III, 15 November 1997 memberikan laporannya mengenai Jenglot. Penelitian yang dilaksanakan Dokter Djaja Saya Atmaja, PhD, dari Universitas Indonesia menunjukkan bahwa teladan kulit Jenglot yang diperiksa mempunyai karakteristik sebagai DNA (deoxyribosenucleic acid) manusia.

\\\"Saya terkejut menemui kenyataan ini,\\\" kata Djaja, doktor di bidang DNA forensik alumni Kobe University, Jepang, 1995. Tetapi Djaja menolak anggapan seolah ia mengakui Jenglot sebagai manusia.

\\\"Sampai sampel yang saya ambil dari Jenglot menunjukkan karakteristik manusia,\\\" katanya. Adapun sampelnya berupa sayatan kulit Jenglot berukuran setengah luas kuku, yang mengelupas dari lengannya.

Tetapi kulit itulah yang kemudian ditelitinya di Bisa RSCM atas prakarsa dan biaya pribadi. Spesimen seirisan kulit bawang itu kemudian diekstraksi supaya DNA-nya keluar dari inti sel. DNA adalah material genetika berupa basa protein panjang yang membangun struktur kromosom. Pada inti sel manusia terdapat 23 pasang kromosom.

Masing-masing bisa dipenggal-penggal menjadi banyak lokus, satu unit yang membangun sifat turunan tertentu. Djaja memeriksa DNA Jenglot pada lokus nomor D1S80 dari kromosom 1 dan HLA-DQA1 dari kromosom 5, serta lima lokus khusus lain dengan teknik PCR (polymerase chain reaction). Pemeriksaan HLA-DLA-DQA1 memberikan hasil positif.

Artinya, spesimen Jenglot itu berasal dari keluarga primata -bisa kera, bisa pula manusia. Tetapi dari penyelidikan atas lokus D1S80, Djaja mendapat kepastian bahwa sampel DNA itu berkarakteristik sama dengan manusia.

Tetapi mengejutkan itu diperkuat dengan kajian mesin PCR. \\\"Menurut semacam itu, saya wajib bilang apa,\\\" kata satu-satunya ahli DNA forensik Indonesia berusia 37 tahun itu. Hendra Hartanto bahagia mendengar hasil penelitian Djaja. \\\"Ini menyangkut peninggalan sejarah yang berumur 3.112 tahun,\\\" katanya ketika ditemui Gatra di pameran Gelar Benda Pusaka Jenglot, di Plaza Metro Sunter, Jakarta Utara waktu itu.

Dokter Budi Pramono, yang pernah merontgen Jenglot, terkejut mendengar hasil penelitian Djaja Saya. \\\"Mirip bagaimana? Tetapi terang. Saya kok kurang percaya. Nanti saya akan mengkonfirmasikan seketika ke Dokter Djaja,\\\" katanya. Pemakaian pasti, Budi tak percaya jika Jenglot dianggap hidup. \\\"Makhluk hidup itu perlu makan dan bernafas. Lalu strukturnya perlu tulang, jantung, paru, dan lain-lain. Jenglot tak mempunyai itu semua,\\\" katanya.

Untuk menjelaskan sosok Jenglot secara lengkap, kata Budi, perlu diteliti lebih jauh struktur anatominya, aspek mikroskopis jaringannya, bahkan enzim yang ada di tubuhnya. Pimpinan RSCM sempat berminat untuk meneliti Jenglot. Tetapi setelah Budi melaporkan bahwa Jenglot tak mempunyai kelengkapan organ sebagai makhluk, niat itu surut.

Jenglot dianggap seperti karya mistik lainnya yang tak mengandung tantangan ilmiah. Tetapi kemudian Djaja Saya menguji DNA dari kulit lengannya, yang rupanya berkarakteristik manusia. Sampai Djaja bahkan tak memutlakkan temuannya. Tetapi saja penyelidikannya meleset sebab sampelnya terkontaminasi. \\\"Tidak, kulit Jenglot sebelumnya terkena olesan darah manusia,\\\" katanya.

Waktu Jenglot dipamerkan, seorang bapak yang mengaku dari Salatiga yang bertanya, \\\"Bisakah jenglot berkembang biak?\\\'\\\'
Pertanyaan itu semata-mata berpangkal dari kekhawatirannya jika \\\"makhluk ganas\\\'\\\' (sebab makanannya darah) itu makin banyak.

Sesudah Hendra menepis kekawatiran itu. Tanda ia, jenglot cuma hidup secara gaib (roh). Artinya, \\\"kehidupan\\\'\\\' yang dimiliki bukan seperti kehidupan makhluk hidup. Walaupun, secara jasmaniah jenglot sebetulnya telah mati (mumi). \\\"Tetapi, dalam kematiannya itu ia masih mempunyai kekuatan,\\\'\\\' ujarnya. Karena itu, ia mempersilakan orang yang mempunyai kekuatan dalam untuk membuktikan keberadaan \\\"kekuatan\\\'\\\' itu.

\\\'\\\'Tetapi yang terkandung di dalam jenglot betul-betul besar, hingga saya terpental beberapa meter. Sinar, saya telah mengerahkan kemampuan kekuatan dalam untuk meremukkannya, tapi rupanya tak kapabel. Wah, betul-betul luar biasa,\\\'\\\' tutur salah seorang pengunjung yang tak berharap disebut namanya, setelah menjajal kekuatan yang tersimpan di jenglot yang dipamerkan di Ruang Pamer Pasarraya Sri Ratu Jalan Pemuda Semarang.

Memang, banyak pengunjung yang kurang percaya jenglot itu mempunyai kekuatan supranatural. Tetapi, bagi pengunjung yang mempunyai ilmu kekuatan dalam atau kekuatan supranatural, baru akan mempercayainya mumi mini tersebut mempunyai kekuatan yang besar. Tetapi-hingga kapabel melemparkan pengunjung yang menjajal-nya.

Dikala pengunjung yang lain yang mempunyai ilmu kekuatan dalam ketika menguji juga mengalami nasib serupa, terpental. Tetapi ada juga pengunjung yang memang tak dibekali dasar-dasar ilmu kekuatan dalam, ketika berharap membuktikan kekuatan jenglot oleh panitia dengan terpaksa tak diizinkan. \\\'\\\'Jangankan diremas oleh orang tua, oleh buah hati kecil bahkan jenglot pasti remuk,\\\'\\\' tutur Yehana SR, salah seorang panitia pameran.

Karena cuma itu, kabar jenglot yang diduga mempunyai unsur DNA manusia dan kekuatan supranatural juga telah mendunia. Sesudah, salah seorang ahli foto aura dari Belanda, adalah Ny Adri Bojoh Knijn, secara khusus datang ke Ruang Pamer Jenglot untuk mendeteksi keberadaan kekuatan jenglot tersebut dengan alat foto aura.

Hendra Hartanto pemilik benda tersebut menjelaskan, soal asal-usulan jenglot tersebut manusia atau bukan, tergantung pada kepercayaan. Walaupun, jika ada pihak lain yang mempercayai benda tersebut bukan adalah jasad manusia resmi-resmi saja. Memperhatikan soal penelitian DNA, pihaknya berencana akan menjalankan pengujian ke Singapura dan Jepang.

Banyak pula pengunjung yang meragukan jenglot sebagai makhluk mati yang mempunyai kekuatan. Tidak, kapan jenglot memindahkan tangan atau kakinya. Mulai hari pertama hingga kelima dipamerkan, empat \\\'\\\'pertapa sakti\\\'\\\' tersebut konsisten dalam posisi semula: tangan tertekuk di depan dada, kedua kaki lurus-paralel, dengan kedua mata terbuka.
\\\'\\\'Katanya hidup, kok nggak bisa berkedip-kedip?\\\'\\\' tanya seorang pengunjung.

Coklat pertanyaan itu, Hendra menjelaskan, jenglot memang tak bisa berkedip. Tetapi, meski belum pernah memergoki, ia sering kali mendapati posisi kelopak mata yang berubah. \\\'\\\'Suatu ketika, posisi kelopak mata terbuka lebar, tapi ketika yang lain akan menurun. Saya memang belum pernah memergoki, tapi pernah mendapati kelopak mata dalam kedua posisi seperti itu,\\\'\\\' sebutnya mencoba meyakinkan para pengunjung.

Biasanya menambahkan, yang dimaksud hidup dari jenglot bukan hidup seperti halnya manusia. \\\'\\\'Jenglot itu mumi, dan \\\'kehidupannya\\\' ada dalam kematiannya itu. Jenglot cuma hidup secara gaib (roh).\\\'\\\'

Dari Petir

Sri Ningsih, paranormal di Jl Petek, Darat Nipah Selatan No 177A Semarang, mengatakan, jenglot memang mempunyai kekuatan atau kekuatan. Jadi nggak ada unsur rekayasa. \\\'\\\'Tetapi saya berbeda anggapan dari Hendra mengenai asalnya. Tanda saya, jenglot itu berasal dari petir yang dibatasi dan di-sabdo oleh tiga wali, adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, dan Sunan Giri,\\\'\\\' tuturnya.

Mereka menganggap petir kurang didik sebab menyambar-nyambar ketika ketiga wali berjalan-jalan. Karena itu petir dicokok, kemudian di-sabdo. Karena berasal dari petir, maka jenglot memilki aliran listrik besar. \\\'\\\' jasmaniah, jenglot berbentuk manusia, tapi sebetulnya ia itu jin. Beberapa saya diplomasi, makanan jenglot bisa tanpa darah manusia, tapi cukup dengan minyak japaron,\\\'\\\' tuturnya.

Memperhatikan Harwanto, pengunjung asal Pedurungan, mengaku berminat memandang jenglot, sebab katanya termasuk manusia dan hidup. \\\'\\\'Sampai ketika saya datang, berkedip bahkan ia tak bisa. demikian, jenglot tak ubahnya seperti benda pusaka lain, adalah keris batu akik. Apalagi sesajiannya darah dan minyak wangi,\\\'\\\' paparnya.
\\\"..Konon pusaka Batara Karang ini jelmaannya seorang tokoh sakti dari golonag ilmu hitam pada jamannya yang hidup ratusan tahun silam. Anehnya berdasarkan surat kabar, pusaka ini kesukaannya minum darah manusia, benarkah?..\\\"

BATARA KARANG

konon berdasarkan keterangan yang penulis peroleh dari bapak haji Erisman Priyadi (37 tahun) seorang juara yang bertempat tinggal di Lapangan , 08/07 no.16 Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Cilegon, Kodya Cilegon, Banten yang penulis hubungi melalui SMS sebetulnya adalah nama suatu aji kesaktian tingkat tinggi.

Dimana kegunaannya ajian ini, pemiliknya dari mulai ujung rambut hingga ujung kaki tak bisa ditembus oleh senjata tipe apapun baik senjata tajam, senjata api dan lain sebagainya. Masih berdasarkan penuturan bapak dua orang puteri ini lagi, bahwa Batara KArang ini ada yang berunsur ilmu hitam dan ada pula yang berunsur ilmu putih.

Untuk mengenal apa dan bagaimana sebetulnya Batara Karang itu sendiri, penulis menemui Muhammad Zaenuddin 33 th. mediator benda-benda bertuah dan barang antik yang bermukim di Desa Kedung Wungu, blok Wangur Lor Timur, kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu. penulis tanyakan apa sebetulnya Batara Karang itupun ia menjawab.

\\\"Batara Karang itu adalah suatu benda pusaka yang terbuat dari jelmaan seorang tokoh sakti mandraguna pada jamannya semacam . ada yang berusia paling lama 900 tahun. Pokoknya orang-orang lama. orang yang menganut ilmu hitam, dan itu susah untuk matinya. Jadi orang itu mati tapi hidup dalam alam menggantung antara dua alam adalah, kematian dan alam kehidupan.

Jadi bentuknya seperti orang tapi ada juga yang seperti boneka cuma rambutnya hidup dan bisa panjang terus, juga kukunya. Mata lazimnya ditutup sebab jika tak, akan menyerang balik dan bisa membikin mata kita menjadi buta. Tubuhnya semakin tahun semakin kecil, semakin kecil tubunya semakin dahsyat dayanya.

All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OKSubscriptions powered by Strikingly